Saya akan coba jelaskan beberapa jenis bahan kayu yang dipakai sebagai furniture di pasaran.
Jenis kayu furniture:
Kayu Solid
Kayu solid adalah bahan terkuat dan paling tahan lama dibandingkan jenis kayu lainya. Namun karena sudah terbatas ketersediaannya, harganya jadi sangat mahal. Proses pengerjaannya pun membutuhkan keterampilan yang khusus. Kayu solid perlu di keringkan agar tidak mudah muai dan susut ketika dijadikan furniture/mebel kayu.
Kayu jati merupakan kayu yang paling banyak diminati karena kualitasnya, ketahanannya terhadap kondisi cuaca, tahan rayap, dan seratnya yang menarik. Walau keras dan kuat, kayu jati mudah dipotong dan dibentuk. Ada juga yang membuat furniture dari kayu Jati Belanda. Kayu ini biasanya untuk membuat peti kemas. Harganya murah,bahannya enteng. Namun kekurangannya, kayu ini tidak bisa rata 100%
Kayu yang digunakan deframe adalah kayu pinus yang di import dari selandia baru, kayu pinus ini telah dipilih menjadi bahan dasar pigura sebab ringan dan sangat mudah difinishing serta tidak empuk dan tidak juga keras, sangat cocok. Kekurangan kayu ini adalah harga yang relatif mahal selain harus import.
Multipleks atau Kayu Lapis.
Kayu lapis dibentuk dari beberapa lembaran kayu yang
direkatkan dengan tekanan tinggi. Tebalnya bervariasi, dari
3 mm, 4 mm, 9 mm dan 18 mm dengan lebar satu multipleks adalah 244 x 122 cm. Makin tebal, makin kuat, makin mahal.
Kayu lapis ini karena sebenarnya hanya terdiri dari layer-layer kayu, sangat riskan
untuk digunakan sebagai bahan pigura, sebab kurang bisa menghasilkan sudut pigura yang baik.
Blockboard

Blockboard merupakan potongan kayu kotak kecil-kecil ( sekitar 2.5 – 5 cm ) yang
dipadatkan dengan mesin dan diberi pelapis venner di kedua sisinya sehingga menjadi sebuah lembaran menyerupai papan. Blockboard biasanya dibuat dari kayu lunak sehingga tidak sekuat multipleks. Harganya sedikit lebih murah.
MDF/ HDF ( Medium Density Fibreboard / Hard Density Fibreboard)

MDF terbuat dari serbuk kayu halus dan direkatkan serta dipadatkan dengan suhu dan tekanan yang sangat tinggi. Kayu yang dipakai biasanya diambil dari kayu sisa perkebunan ataupun bamboo. Versi yang lebih padat kayu serbuknya dan lebih kuat dikenal dengan HDF.
Karena MDF dibuat dari serbuk kayu yang dibentuk, maka MDF (serta HDF) lebih fleksibel dan mudah dibentuk sesuai keinginan. Namun karena memakai bahan kimia resin yang di campur dengan serbuk kayu, maka MDF lebih berat dari Multipleks. Furniture dengan kayu MDF / HDF dapat di buat knock down atau bongkar pasang.
Kami menggunakan MDF untuk papan tatakan foto, dikarenakan permukaan yang relatif halus di bandingkan dengan multipleks
Kayu Partikel/ Particle Board
Mirip dengan jenis MDF, Kayu partikel/ kayu Particle board juga terbuat dari kayu partikel sisa kayu seperti serbuk gergaji, potongan kayu kecil, dan serpihan kayu yang dieratkan dengan bahan kimia resin serta diberikan suhu tekanan tinggi yang kemudian dikeringkan. Namun, kayu partikel lebih kasar dan tidak beraturan.
Harga kayu partikel memang paling murah diantara kayu olahan lainnya. Karena bahan partikel board ini merupakan bahan dari kayu yang di lem, maka jika basah maka kekuatannya akan hilang. Selain itu particle board juga dapat melengkung jika menahan beban berat. Pemakaian partikel board harus lebih hati-hati karena furniture dengan bahan kayu ini tidak dapat di pakai lagi ketika di bongkar ulang.
Dari pengertian diatas, saya mengambil kayu solid sebagai bahan dasar pigura deframe dan menggunakan MDF untuk papan tatakan foto
***
