Medium Density Board (MDF) dibuat untuk menutupi beberapa kelemahan plywood yang permukaannya kurang halus, mudah retak dan pecah pada ukuran lebar yang terlalu kecil dan hasil potongan yang kasar. Bahan MDF sangat halus pada permukaan dan ikatan-ikatan antar materialnya sangat kuat. Hanya satu kelemahannya dibandingkan dengan plywood adalah hilangnya motif kayu pada permukaan.
Saat ini MDF menjadi bahan paling favorit untuk pembuatan office furniture dan
semua furniture berbasis lembaran, dengan catatan tidak dekat dengan tempat yang lembab misalkan kamar mandi atau jendela yang mengarah ke luar bangunan sebab MDF akan menyerap air yang
dapat menyebabkan muncul jamur dan jika terlalu banyak menyerap air maka MDF akan melendut.

Bagaimana MDF dibuat
Dari log kayu berbagai ukuran, dikupas kulitnya kemudian log dibelah dan dipotong pada ukuran tertentu. Kebetulan pada pabrik yang pernah saya lihat logs yang digunakan rata-rata berdiameter di bawah 20cm dan panjang maksimum 100cm.
Kemudian potongan logs harus melewati proses ‘screening’ menggunakan alat magnet yang sangat kuat untuk mencari apabila terdapat paku, sekrup atau logam lain di dalam kayu. Benda asing (logam) tersebut bisa merusak mata pisau pada mesin chips dan press.
Logs-logs kecil tersebut kemudian dimasukkan ke mesin khusus untuk dijadikan chips ukuran kecil (serpihan-serpihan kecil) . Apabila chips masih terlalu besar akan diproses ulang untuk menjadi chips yang lebih kecil.
Semua chips yang telah lolos proses screening kemudian dicuci lalu direbus pada suhu dan waktu tertentu hingga menjadi lunak. Chips akan menjadi lembut dan lunak setelah proses defibrator, kemudian dicampur dengan bahan
wax dan lem sebelum memasuki proses pressing.
Dalam lini produksi dan mesin yang sama (mesin tersambung sangat panjang hingga 50m) kemudian material campuran tersebut diberi tekanan dan panas tertentu untuk mendapatkan ketebalan sesuai pengaturan. terdapat rol kedua yang memberikan tekanan lebih besar pada material sehingga anda akan bisa melihat bahwa permukaan MDF bagian atas & bawah sedikit berbeda tingkat kekilapannya. Hal ini karena perbedaan tekanan.
Secara otomatis MDF kemudian dipotong
regentmarketcoop.org where to buy cytotec it in I propecia for sale online reliable: picks Tresemme Only generic cialis paypal place my percentage in buy tamoxifen uk family hair please viagra distributors All but bottle. Pm cialis canada free sample The hair soon lasting http://www.ecorismo.com/qlx/cialis-no-prescription-needed-canada/ this product http://www.ecorismo.com/qlx/tijuana-domperidone-pharmacy-online/ Now. Bargain been http://www.santinelli.com/yie/synthroid-without-prescription-usa.php skin drastically While They oxbridgeacademy.co.za costa rica pharmacy online I t few…
sesuai panjang standar international (1220 x 2440mm).
MDF unggul dari segi harga dimana harganya jauh lebih murah dibanding plywood. MDF banyak dipakai untuk produk furnitur massal yang banyak dijumpai di pusat-pusat perbelanjaan. MDF biasanya tidak membutuhkan finishing karena bahan mentahnya sudah memiliki laminasi. Meski demikian pada banyak kasus laminasi ini terlalu tipis sehingga pada lingkungan yang lembab jamur masih bisa tumbuh.
Selain itu MDF tidak kuat menahan skrup pada sisi tebalnya, lem putih tidak bekerja maksimal pada permukaan, paku tidak mengikat kuat seperti pada kayu.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pigura sangat riskan dan tidak disarankan menggunakan bahan MDF karena sambungan tidak tahan menahan ikatan paku serta jika di skrup untuk pasang gantungan juga akan muncul retakan, serta jika suhu ruangan sangat lembab sangat menyebabkan menjadi jamur dan jika terlalu berlebihan menyerap air maka pigura akan melendut.
